0

NGOPI

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Takarannya gak melulu pas. Kadang manisnya lebih terasa, suatu waktu pahitnya pun dominan. Jangan kau hindari. Nikmati saja hingga suatu saat kau terbiasa._

*Ketika rumah tanggamu sudah jadi candu bagimu, maka percayalah bahwa gak ada regukan yg lebih nikmat di luar sana.*

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Harga kopi di kafe tentu beda dengan harga kopi di warung, meski rasanya sama._

*Karena yg dibeli sebenarnya bukan semata-mata kopinya, melainkan suasananya. Karena itu mahalkanlah suasana rumah tanggamu. Buatlah berkualitas setiap waktu kebersamaanmu.*

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Jika kau hanya mau manisnya saja, jangan ngopi, tapi minumlah sirup._

*Sirup adalah rasa manis yg dinikmati oleh mereka yg memutuskan pilihan hidup single. Gak ada pilihan lain selain manis. Memang manis, tapi tentu saja gak senikmat kopi.*

_Demikian pula jika kau hanya menikmati sensasi pahitnya saja. Jangan ngopi, tapi minumlah jamu. Nah itulah jomblo. Berumah tangga itu ibarat ngopi._

*Para pengopi adalah orang-orang yg terlatih dalam menakar hidup. Istri pemasak airnya, suami baristanya. Dibutuhkan kerja sama yg cermat mulai dari proses hingga hasil.*

_Orang-orang hanya boleh melihat asap yg mengepul dan aroma yg wangi, tanpa perlu tau gimana berantakannya dapurmu._

*Berumah tangga itu ibarat ngopi. Soal rasa yg utama. Nikmatnya ada di permukaan, ampasnya cukup kau sembunyikan, jika perlu endapkan hingga ke dasar terdalam gelasmu.*

_Jangan kau umbar pada siapapun bahkan ke orang-orang terdekatmu. Jika rumah tanggamu ibarat kafe besar, tentu saja konyol membagi rahasia racikanmu._

*Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kadangkala ada pihak ke tiga yg mencampuri, otomatis menambah gurih, tapi bisa pula sebaliknya.*

_Taruhlah seperti krimer atau susu. Jika krimer atau susunya kebanyakan, maka berpotensi mengurangi kenikmatan. Krimer itu bisa berwujud saudara atau ipar-ipar, sementara susu itu anggap saja mertua._

*Campuran lain yg mematikan adalah sianida. Kalo yg ini sudah pasti mantan. Maka buang jauh-jauh. Pastikan gelasnya bersih sebelum menuang kopi yg baru.*

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kau tentu gak sudi jika ada yg mencoba mengaduk kopi di gelas istrimu. Tapi sebaiknya kembalikan juga pada dirimu, apa kau yakin gak pernah menikmati adukan kopi yg lain? Demikianlah cemburu. Akarnya adalah ketidaknyamanan._

*Jangan sepelekan selingkuh-selingkuh kecil, karena ia adalah awal pengkhianatan terhadap kasih sayang.*

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Jangan berharap kesempurnaan pada segelas kopi yg murahan. Jangan menuntut berlebihan, jika kau sendiri main belakang._

*Kau tanamkan pada istrimu definisi setia, sementara kau sibuk menjempol foto profil wanita.*

_Jika bersama, kau bermanja-manja, oh my wife.. Oh my wife.. Tapi jika ia gak ada, kau berasyik masyuk dengan bigo live. Lalu kesetiaan mana yg kau maksud?_

*Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kebanyakan ngopi di kafe, niscaya akan membuatmu merasa hambar pada kopi di rumah.*

_Kebanyakan urusan di luar, biasanya akan membuatmu gak peka pada masalah internal. Jika istrimu bermuka masam, cari tau jangan hanya diam. Mungkin ia lelah, mungkin pula kau ada salah._

*Sekali-sekali, rengkuhlah ia dari belakang, belai rambutnya, dan bisikkan lembut di telinganya:*

_"Sayang.. Postingan tas yg waktu itu kau jempol di olshop, sekarang sudah pre order loh. Mau aku transferin?"_

😉😉Happy international coffee day. Happy family every day. Kopi boleh pahit, rumah tanggamu jangan. 😉😉

#Leni
Selengkapnya...
1

SELAMAT TAHUN BARU 2013

Awan hitam masih menyelimuti bumi
Langitpun masih tampak hitam dan sunyi
Sepertinya bintang terus bersembunyi
Di antara kabut dan hujan yang bernyanyi

Malam ini aku pasrah melepas segalanya
Melepas semua kisah kita

Aku yakin perjalanan tak hanya sepanjang cemara
Kita tetap berjalan menelusuri lorong waktu
Terus berlari dalam setiap serpihan  asa
Mengejar harapan dalam genggaman

"Selamat Tahun Baru 2013"


~ RENUNGAN JIWA ~


Selengkapnya...
4

AKU DAN IBUKU (kisah uang Rp 2000 & cincin imitasi)

Jujur dulu aku adalah anak yg durhaka.
Dulunya kami adalah sebuah keluarga yg harmonis, tapi semuanya berubah menjadi Broken Home & berantakan. Ibuku sakit, sementara Ayahku pergi meninggalkan kami. Neneku juga pindah tinggal kerumah bibiku. Ketiga kakaku pun pergi kedaerah lain utk mangadu nasip. Tinggalah aku berdua bersama ibuku.
Suatu pagi ketika hendak kesekolah aku marah2 ke Ibuku karena ibuku tak bisa memberikan aku uang buat jajan. Ibuku membungkuskan aku sebuah nasi buat bekal. Aku malah melemparkannya kemudian menghardiknya “aku ini anak SMA, butuh uang buat jajan bukan bekal nasi, malu & gengsi aku Bu kalo bawa nasi ke Sekolah!!“ Ibuku hanya diam dgn kesedihan yg amat dalam. Sementara aku tak peduli, kemudian dgn muka muak aku keluar rumah berangkat kesekolah naik motor temanku.
Disekolah sekitar jam 9pagi seorang perempuan tua berjalan tertatih menuju kelasku, perempuan itu adalah ibuku. Guru yg mengajar dikelasku langsung menghampiri ibuku didepan pintu & bertanya “cari siapa ya?
“Mau cari anaku, mau ngasih uang buat jajan, tadi ibu lupa memberinya uang jajan“ kata ibuku.. Lalu aku langsung keluar kelas & menghampiri Ibuku, ibuku memberi aku uang jajan 2000perak. Lalu ibu pulang jalan kaki & tertatih dgn tubuh sakit menempuh jarak yg sangat jauh. Aku hanya bisa menatapnya dgn perasaan yg tak menentu.
Setelah aku selidiki ternyata uang jajan yg diberikan ibuku berasal dari hasil jual beras yg tersisa.. (Itu lah pertama kali aku meneteskan air mata)

Singkat cerita aku menamatkan SMA ku. Aku berangkat ke Bandung melanjutkan pendidikan & pekerjaan. Tak mungkin aku meninggalkan Ibuku sendirian dirumah. Kemudian aku menitipkannya dirumah bibiku. Masih terlintas jelas dibenaku detik2 sebelum aku berangkat. Ibu memeluku, menangis sambil berkata terisak 'sebenernya ibu tak mau berpisah dgn mu, tapi ini semua sudah keputusanmu, pergilah.. Slmt jln anaku, ketika lebaran tlah tiba pulanglah, ibu pasti merindukanmu.. Pesan ibuku diiringi derai air mata. Kemudian aku memasukan cincin imitasi yg dibikin dari uang recehan limaratus yg berwarna kuning kejari manis ibuku. Cincin imitasi itu tlah lama aku persiapkan. Soalnya aku kasihan melihat ibuku. Sebagai seorang wanita tak satupun perhiasan yg melekat ditubuhnya. Kemudian aku berbisik `ini hanya cincin imitasi Bu.. Sepulang dari Bandung aku akan membelikan ibu cincin emas` kemudian aku melangkah pergi..

Aku pun telah tiba di Bandung. Tinggal menumpang dirumah saudaraku. 1thn kemudian lebaran pun datang tapi aku tak pulang kampung. Lebaran kedua aku juga masih dibandung..
Pada suatu ketika aku sangat merindukan ibuku & berniat pulang kampung, tapi semua saudara2ku melarangku dgn alasan tanggung, nanti aja lebaran. 1minggu kemudian semua saudara2 & sanak familiku berkumpul menunggu kehadiranku. Setelah aku hadir Om ku berkata `malam ini juga kamu berangkat ke jakarta kemudian paginya dari Bandara kamu langsung terbang kekampung`
”Apa yg terjadi?? Tanyaku heran..
Kemudian Om ku menjawab dgn tenang ”ibumu sakitnya tambah parah, dia sangat merindukanmu”
Dgn perasaan campur aduk malam itu juga aku langsung berangkat kejakarta, pagi2 dibandara aku langsung terbang kekampung halamanku..
Pesawatpun mendarat disebuah bandara di Padang. Dari Padang aku naik taksi ke kampungku Payakumbuh.
Akhirnya aku sampai juga dikampungku. Ternyata dikampungku org2 sangat ramai sekali, sebuah bendera kuning juga terpasang dipinggir jalan. Seketika kakiku gemetar saat mau keluar dari taksi. Aku langsung masuk kerumah, aku langsung pingsan begitu melihat Ibuku telah terbujur kaku dipanggil Allah SWT.
Setelah aku siuman, bibiku langsung memeluku kemudian dia berkata “Ibumu telah meninggal kemaren sore, kami sengaja belum memakamkannya karena pesan ibumu sebelum meninggal, jgn makamkan dia dulu sebelum kamu melihat jenazahnya utk terakhir kalinya“
“Dgn tetesan air mata kemudian aku berkata “lalu kenapa Om yg dibandung mengatakan kalo Ibu hanya sakit bukan meninggal?
Lalu bibiku menjawabnya “tak mungkin Om mu akan mengatakan yg sejujurnya, Om mu takut kamu makin sedih“
Tak lama berselang neneku datang memberikan sebuah cincin kepadaku “sebelum ibumu meninggal dia menitipkan cincin ini untukmu, kata dia ini dulu cincin pemberianmu, dia berpesan berikanlah cincin ini suatu saat nanti kepada wanita yg bener2 kamu sayang..“ Kata neneku dgn suara lirih..

*maaf kalo ceritanya terlalu panjang, tapi ini pengalaman hidupku, fakta bukan mengada2 & bukan kisah sinetron, semoga bisa diambil pesan moralnya*
*satu2nya yg bisa membuatku meneteskan air mata adalah ketika aku merindukan Ibuku*

" SELAMAT HARI IBU "


~Hario Zones~

Selengkapnya...
3

SAAT SEJENAK MENOREH KE BELAKANG

Ruang itu.....
senang sedih tawa tangis dan perjuangan ada disana..
rasa yang tak terukir yang tidak dapat di ungkapkan
hanya dalam rangkaian huruf yang membentuk suatu kata
yang terangkai kemudian membentuk sebuah kalimat..

Rasa itu....
hanya satu kata yang tepat menggambarkannya yaitu keluarga..
menggambarkan sebuah persatuan tanpa dinding..

Keluarga itu...
yang membuat saya masih terus dapat berdiri tegar hingga detik ini..
membuat saya masih dapat menghirup nafas, walau sesak yang terasa..
yang membuat saya sampai di titik ini dan masih terus melangkah ke depan,
walau kerikil semakin membesarkan ukurannya..
yang memberikan semangat selalu untuk duduk di sini..

Mereka itu.....
yang membuat saya mampu menjadi saya..
yang membuat saya berani..
yang membuat saya kembali bersemangat ketika kelelahan merasuk di diri..
yang membuat saya kembali tersenyum ketika kesedihan melanda hidup..
yang memarahi saya ketika saya mulai mengeluh, namun tidak pernah lelah mendengarkan keluhan saya..
yang selalu mengingatkan saya di setiap langkah yang harus saya tempuh agar saya tidak tersesat..
yang mengajari saya menghadapi kejamnya dunia agar saya mampu bertahan hidup..
yang membuat saya merasa sangat tidak mampu mengecewakannya..

Dan.....
hanya karna ketulusan mereka ada..
hanya karna Yang Kuasa mereka ada..
hanya karna ruang, rasa, serta keluarga mereka ada..
hanya ini yang mampu saya tuliskan..
hanya karna mereka lah saya masih tetap bertahan..

Terimakasih...
satu kata yang mungkin tak mampu memberi arti..
satu ungkapan yang mungkin tak dapat mewakili..
telah memberikan semua kepada saya..
telah menjadikan semua seperti ini, tak ternilai dan tak terganti seluruh jasa..
telah menjadi keluarga bagi saya..

Sayang.....
enam huruf sejuta arti..
satu kata penuh makna..
persembahan dari hati..
untukmu keluarga……
Selengkapnya...
 
RENUNGAN JIWA © Copyright 2013 | Design By Haries Budjana |