1

MERAJUT KATA UNTUKMU

Ketika kamu tertidur, aku di sisimu terjaga merangkai bait-bait kehidupan kita, hingga malam larut gulita. Ku sulam metafora dalam rajutan kata, agar mimpi indah tercipta. Ku tatap wajahmu, kamu begitu pulas terlena. Di ujung bibirmu senyum masih tersisa
seperti menyimpan sekuntum bunga. Ku cium bunga itu dengan kecupan mesra, di lembaran sajak kujadikan tandabaca. Sebab itulah sajakku bermekaran warna, sebuah perjalanan di taman-taman surga
keindahan tak ada habisnya, tak ada matinya. Terangkai makna bagai karya pujangga di penghujung malam, ku panjatkan sebagai doa. Ketika kamu terjaga, ku bacakan sebait cinta. Ku saksikan sinar matamu menjelma Bintang Kejora
wajahmu putih ceria, pagi mengembang dalam cahaya. Dan itulah bagian terindah dari puisi yang kucipta. Ketika kamu tersenyum bahagia.....

Karya: Johnny-Bawole Harry-Santana
Selengkapnya...
0

SAJAK KERINDUAN

Di sejuk wajahmu, aku gurat puisi cinta
di sana kulihat ada rindang hutan yang terjaga
Membuat rinduku semakin biru seteduh lautan yang cantik
berdandan dengan ombak yang menggoda pantai,
kepakan camar menari nari di atas pucuk ombak
...Membuat langit malam menunggu bintang bintang tersenyum riang

Di cerah senyummu aku tulis sebuah sajak,
aku lihat pelangi berkilau di agkasa yang terbentang
kaki kakinya menyentuh ombak yang meliuk liuk
membuat secerah senja menjadi bercorak.
setiap kali aku tak dapat menahan dahsyatnya rindu
dan kumpulan kupu kupu menggiring aku menari
di tepian dermaga kasih hingga cahaya rembulan
datang mengusap usap malamku

Di terang rasamu aku kidungkan nyanyian senja
hingga para bidadari menari bersama guyuran cahaya mentari
semua terlukis seindah rindu padamu dalam corak sutra
yang berbenang emas untuk di jadikan selendang rembulan
menyinari indahnya persada hatimu.
Selengkapnya...
0

SAJAK ALAM

Begitu indahnya kehangatan dan keakraban alam

Pohon dan rumput menyambutku dengan tarian..

Aspal dan kerikil-kerikil kecil tersenyum melihatku datang…

Sentuhan hangat sang mentari,

desahan genit sang angin yang bersiul menggoda

Tatapan sang Bulan dan Bintang yang ramah menemani

Tuhan betapa Indahnya semua ini,

Izinkan aku bercekrama dengan mereka dibawah langit MU yang biru

Untuk mensyukuri setiap detik nikmat dan karunia yang telah Kau berikan..

-sajak untuk para pe touring sejati-

by. biroe
Selengkapnya...
0

SEANDAINYA

Seandainya kau ada disini
saat ini
kan kuhempaskan hati indah ini di dadamu
kan kupeluk erat dirimu yang tersayang
kan kutumpahkan semua gundah gulana ku ke hati indahmu

Seandainya kau hadir disini
kan kuperlihatkan canda tawaku padamu
kan kupalingkan wajah ini dalam dekapanmu
yang lembut dan penuh kedamaian

Seandainya kau memandang mataku
kan kau temukan butir mutiara indah di hati ini
yang kupersembahkan untukmu seorang
yang kan kuuntai dan kurangkai dalam relung kalbumu
yang semerbak dan mewangi bak bunga Melati yang putih berseri

Seandainya kau tersenyum padaku
kan kucubit erat pipi indahmu
dan keremas jemarimu yang lentik
dan kubalas senyum indahmu dengan senyum indahku pula
yang bergayut di relung hatiku terdalam....

BY:
Haries Budjana
Selengkapnya...
0

SUNYI

setiap saat bertemu dengan cermin

ku kunjungi wajah ku sendiri : membayang

langit redup dan mendung,

matahari samar

demit pergi ke barat.



sedang jarum jam

terus bergegas meninggalkan

jejak bayanganku diantara angin,

hutan, hujan,

sungai yang mengalir, tikungan jalan dalam

detak jantung - aliran darah purba

yang setiap saat bersiap untuk berhenti



telah kubaca setiap kitab

yang mengabarkan cuaca. Ku susuri

tiap alamat tempat berlabuh

serta kedalaman rahasia samudra

tapi bulan

layar

pergi memaksa pamit



aku kini sunyi, kartika

sesunyi lagu tak bernyanyi

sesunyi usia dalam dekapan

senja !
Selengkapnya...
0

UNTUKMU

aku ingin menulis sajak, untukmu
seperti dulu
mungkin tentang hujan
yang turun di saat senja

sebagai puisi yang diam-diam
kutuliskan
hujan perlahan menyapa
dengan ingatan

aku ingin menulis sajak, untukmu
seperti dulu
mungkin tentang pelangi
yang melengkung di saat senja

tapi tak kutemu pelangi,
di langit,
matahari baru saja pergi
tak menyisakan cahaya

aku ingin menulis sajak untukmu,
seperti dulu, seperti dulu
di waktu kita dimabuk rindu
Selengkapnya...
1

TANGISAN ALAM

Alam Masih tersenyum dengan manisnya dengan pedih yang tertahan
Dalam peraduan malam yang menghimpitnya
Dengan sedikit gelitik rindu dari buluh-buluh jejaka
Yang mencoba untuk mengganggunya

Walau air-air kehidupan itu masih terus mengalir
Alam masih tetap lemparkan senyumnya yang paling manis walau airmata
mengalir
Agar hati yang selalu penuh dengan merah dapat menjadi reda
Yang mencoba tuk mati menjadi enggan berpisah dengannya

Tangis Alam masih tetap sama
Sama seperti tangis tahun-tahun yang lalu
Tapi tangis manusia bisa berubah makna dan nama
Tidak sama seperti tangis-tangis terdahulu

Tangisan telah berubah dalam hitungan Tahun

BY:
Haries Budjana
Selengkapnya...
0

DALAM SAJAK CINTA

Pada lorong-lorong ini saat senja
Aku seperti terbuai akan sebuah lantunan sajak cinta
Syair-syair merdu itu seakan ingin ikut bersamaku dalam kegembiraan ini


Sajak cinta yang bercerita akan indahnya hidup
Dengan sejuta hasrat agar selalu ingin bersama
Sajak cinta akan Rabb yang selalu setia menjaga dan mengingatkan

Dalam syair-syair itu aku seperti yakin akan pilihanku
Dalam cinta yang tumbuh hanyalah rasa
Dalam kasih yang berkembang adalah jiwa

Dalam sajak cinta ini aku seperti manusia yang baru tersadar
Bahwa indahnya dunia ini bukan hanya untuk dinikmati seorang
Ikatlah jiwa lain dalam jiwamu untuk lebih indah

BY:
Haries Budjana
Selengkapnya...
0

TAK DAPAT AKU ULANGI

Bulir-bulir jagung berbentuk keringat
Memenuhi tiap inci kulitku
Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh

Ngilu ku rasakan di setiap sudut sendi
Mual di ulu hati merebak penuhi diri
Lemas terasa menyelimuti
Dingin membekukan telapak kaki

Ingin ku sesali yang tlah terjadi
Ingin ku ulangi semua yang tlah ku lalui

Namun lembayung tlah merona
Mentari pun mulai tenggelam
Kegelapan menggantikan senja
Gelap gulita tanpa si dewi malam

BY:
Haries Budjana
Selengkapnya...
0

SULIT

Sulit…
Sudah ku bilang ini sulit
Terlalu sulit

Atau terlalu mudah…
Tentu mudah
Tentu mudah melempar pandangan
Tentu mudah menjangkaukan tangan

Terdiam disana menungguku
Dalam bisu dia menantiku
Mencoba menerka apa yang ada dalam pikiranku

Ku edarkan bola mata
Terlihat mudah disana
Atau disini…
Di sekeliling ini

Semua dapat menggapai
Semua leluasa menjamah
Apakah ku berani lakukan ini…

Ku tak berkutik
Soal ujian ini terlalu sulit
Apakah ku berani menyentuhnya

Sesuatu yang teronggok di dekatku
Menanti jamahan tanganku
Tapi satu hal yang membuatnya sulit
Ku percaya ada Tuhan disini

BY:
Haries Budjana
Selengkapnya...
0

PENYELESAIAN YANG SALAH

Lagi-lagi ini salahku
Berikan kepercayaan padamu
Ku tahu kau lebih tua dari ku
Ku tahu kau lebih lama hidup dibanding aku

Tapi satu hal yang sering ku lupakan
Usia tak tunjukkan kemampuan
Umur tak artikan pengetahuan

Kini harus ku lakukan lagi
Semua yang hampir ku selesaikan
Karena kau tlah hancurkan
Karena kau yang lakukan penyelesaian

Sayang…….
Itu adalah penyelesaian yang salah
Kini ku ulangi dari awal
Dan ku tak lagi harapkan bantuan

Bukan salah mu
Karena kau tak tahu
Ini salahku

BY:
Haries Budjana
Selengkapnya...
0

DARI SEORANG SAHABAT

Dinding mengelilingi membatasi
Seluruh keinginan yang ingin ku jalani
Semua kebebasan yang ingin ku nikmati
Sgala rasa yang ingin ku percayai

Kini tak kurasa sepi yang menyelimuti
Bahkan ku rasakan hangatnya mentari
Rengkuhan yang menguatkan hati
Dekapan lembut menyentuh nurani

Ku ujarkan semua yang terpendam
Walau kadang kurasa tak aman
Namun selalu saja tetap ku katakan
Dan kini ku percaya meski samar

Semoga dan Sangat Semoga qta semua tidak bosan 'menyirami' Persahabatan qta semua di dunia maya ini.


BY:
Haries Budjana
Selengkapnya...
1

JIKA

Jika memang kau sukai
Jadikanlah dia untuk kau miliki
Walau mungkin dia tak kan jatuh hati
Tak ada salahnya kau cintai sepenuh hati

Sampai tiba waktunya
Air kalahkan kerasnya batu
Saat itu kau ‘kan rasakan
Seluruh cinta yang tlah lama kau dambakan

Karya:
 etikush

post, 
BY:
Haries Budjana
Selengkapnya...
0

AKU LAH YANG SETIA

aku lihat semua yang tampak
begitu jelas di kelopak
aku, kamu tak bisa mengelak
menyerahlah!

hari ini, itu
sama saja
akulah yang setia
mendekatlah!
Selengkapnya...
0

SAJAK DUKA

di sini …
telah terbaring
ribuan sajak-sajak penggugah

di sini …
di negeri ini,
setiap mata mengucurkan darah

di sini …
hari ini,
kita berduka
Selengkapnya...
0

SAJAK TIAP HARI

Tiap hari, aku harus bersentuhan dengan
nuraniku sendiri, laku batin tiada henti
mengasah rasa yang terkikis kecemasan

Tiap hari, aku harus merangkaki
dinding kesunyian hati, bagai cicak yang papa
melata derita yang terbata-bata

Tiap hari, aku harus berjalan di atas bara
semangat jiwa yang terus menyala-nyala
menemani batin yang terhimpit kenyataan pahit

Tiap hari, ya, tiap hari
aku memandang dalam perasaan transparan
mencari dirimu, wahai jiwa yang damai
Selengkapnya...
 
RENUNGAN JIWA © Copyright 2013 | Design By Haries Budjana |