0

HUBUNGAN KAKAK-ADIK

* RENUNGAN *

Hubungan persaudaraan yang sebenarnya adalah ketika saudaramu sdh sama2 berumah tangga.....

Akankah hubungan itu masih sama ketika masa kecil dahulu...ketika bertengkar kemudian bermain bersama lagi.....

Ketika ada yg mengganggumu... kemudian kau panggil kakakmu.... lalu dgn badannya yg lebih besar dia membelamu Karena kau adalah adiknya....

Atau ketika kau membela adikmu yg memang bersalah.....demi sebuah kata Karena dia adikku..

Ketika makanan yang dihidangkan Ibumu....dibagi bersama saudaramu.Satu makan tempe maka semua tempe....tak ada yg dipilih kasih...satu makan telor maka dibagilah telornya jika hanya satu butir.

Atau ketika Bapak mu pergi kondangan dan membawa....satu tempat makanan....pasti berebut makanan kesukaan....tapi ujung ujungnya... makan bersama dalam satu wadah.

Ah.....betapa akan sangat dirindukan hal hal seperti itu.

Akankah Moment kebersamaan itu masih ada ketika kalian sdh berumah tangga...???.

Ketika satu menjadi kaya yg lain hanya biasa saja.....
ketika satu menjadi org terhormat sementara yg lain hanya jd rakyat biasa....atau ketika yg satu telah menjadi sangatlah alim....tapi yg lain masih mencari jati diri....belum dibukakan hidayah....

Maka selayaknya....saudara tetaplah saudara....dilahirkan Dari Ibu dan Bapak yg sama...maka darah saudaramu juga sama denganmu...sudah sepatutnya saling mengingatkan....saling membantu... saling bergandengan tangan......karena sesungguhnya saudaramu jauh di lubuk hatinya akan juga mendoakan mu.....

Ketika kau menjadi kaya...saudaramu tidak akan meminta hartamu tapi dg bangga dia akan berkata..pada semua orang "lihatlah...saudaraku sudah jadi orang kaya"......

Yang jadi ujian adalah ketika saudaramu terpuruk....akankah kalian meninggalkan atau melambaikan tanganmu utk merengkuhnya???.

Coba tanya hatimu sendiri....Karena saudara bukan hanya perkara harta, bukan pula masalah yang bermartabat atau tidak ...

bukan pula masalah siapa yg dekat pada Sang Pencipta atau tidak..... tapi ini masalah hati..😥.

Ingatlah....belum tentu saudaramu yg terpuruk akan selamanya terpuruk.....tak pasti juga dia yg sekarang jd orang brutal esok juga akan tetap sama....

Dan belum tentu yg sekarang kaya akan selamanya kaya...yang sekarang alim akan tetap alim.. 

Karena hanya Allah SWT lah yg tahu...

Jagalah saudaramu selagi ada....dalam keadaan apapun...Karena kelak dia juga akan menjagamu....walau pun hanya lewat doa...

Subhanallah Wa Alhamdulillah Wa syukurillah... Barakallah fiikum 😉

#TetapBersyukur
#SemangatPagi
#Leni
Selengkapnya...
0

CAHAYA CINTA MULIA


"Di bawah langit teduhan Jejak ku masih tak bertepi
Berada di punggung tanah nan basah Mengharap tunas kemakmuran cinta

Di ladang hati nan subur Selalu ku menantikan kasih Akan menyemai butir cinta Hingga tumbuh kekar jadi penguat hidup

Engkau cahaya cinta mulia
Nan mempesonakan jengah netra
Hadirlah terangi sisi kelam ku
Nan hambar dalam lumur kehampaan

Dengarkanlah bisikan lirih hati ku Nan gema mengalun syahdu Akan memintalkan putih abadi
Dalam jalinan kesakralan cinta
Di mahligai nokta nafas ku

Kepadamu cahaya cinta mulia
Hadirmu ku tunggu dengan kesabaran Dalam larungan impian terindah ku
Ku harap kelak ada kebersamaan mu."

#SemangatPagi
#SehatSelalu
#SuksesSelalu
#Leni


Karya:Leni dwi meilani
Selengkapnya...
0

NGOPI

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Takarannya gak melulu pas. Kadang manisnya lebih terasa, suatu waktu pahitnya pun dominan. Jangan kau hindari. Nikmati saja hingga suatu saat kau terbiasa._

*Ketika rumah tanggamu sudah jadi candu bagimu, maka percayalah bahwa gak ada regukan yg lebih nikmat di luar sana.*

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Harga kopi di kafe tentu beda dengan harga kopi di warung, meski rasanya sama._

*Karena yg dibeli sebenarnya bukan semata-mata kopinya, melainkan suasananya. Karena itu mahalkanlah suasana rumah tanggamu. Buatlah berkualitas setiap waktu kebersamaanmu.*

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Jika kau hanya mau manisnya saja, jangan ngopi, tapi minumlah sirup._

*Sirup adalah rasa manis yg dinikmati oleh mereka yg memutuskan pilihan hidup single. Gak ada pilihan lain selain manis. Memang manis, tapi tentu saja gak senikmat kopi.*

_Demikian pula jika kau hanya menikmati sensasi pahitnya saja. Jangan ngopi, tapi minumlah jamu. Nah itulah jomblo. Berumah tangga itu ibarat ngopi._

*Para pengopi adalah orang-orang yg terlatih dalam menakar hidup. Istri pemasak airnya, suami baristanya. Dibutuhkan kerja sama yg cermat mulai dari proses hingga hasil.*

_Orang-orang hanya boleh melihat asap yg mengepul dan aroma yg wangi, tanpa perlu tau gimana berantakannya dapurmu._

*Berumah tangga itu ibarat ngopi. Soal rasa yg utama. Nikmatnya ada di permukaan, ampasnya cukup kau sembunyikan, jika perlu endapkan hingga ke dasar terdalam gelasmu.*

_Jangan kau umbar pada siapapun bahkan ke orang-orang terdekatmu. Jika rumah tanggamu ibarat kafe besar, tentu saja konyol membagi rahasia racikanmu._

*Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kadangkala ada pihak ke tiga yg mencampuri, otomatis menambah gurih, tapi bisa pula sebaliknya.*

_Taruhlah seperti krimer atau susu. Jika krimer atau susunya kebanyakan, maka berpotensi mengurangi kenikmatan. Krimer itu bisa berwujud saudara atau ipar-ipar, sementara susu itu anggap saja mertua._

*Campuran lain yg mematikan adalah sianida. Kalo yg ini sudah pasti mantan. Maka buang jauh-jauh. Pastikan gelasnya bersih sebelum menuang kopi yg baru.*

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kau tentu gak sudi jika ada yg mencoba mengaduk kopi di gelas istrimu. Tapi sebaiknya kembalikan juga pada dirimu, apa kau yakin gak pernah menikmati adukan kopi yg lain? Demikianlah cemburu. Akarnya adalah ketidaknyamanan._

*Jangan sepelekan selingkuh-selingkuh kecil, karena ia adalah awal pengkhianatan terhadap kasih sayang.*

_Berumah tangga itu ibarat ngopi. Jangan berharap kesempurnaan pada segelas kopi yg murahan. Jangan menuntut berlebihan, jika kau sendiri main belakang._

*Kau tanamkan pada istrimu definisi setia, sementara kau sibuk menjempol foto profil wanita.*

_Jika bersama, kau bermanja-manja, oh my wife.. Oh my wife.. Tapi jika ia gak ada, kau berasyik masyuk dengan bigo live. Lalu kesetiaan mana yg kau maksud?_

*Berumah tangga itu ibarat ngopi. Kebanyakan ngopi di kafe, niscaya akan membuatmu merasa hambar pada kopi di rumah.*

_Kebanyakan urusan di luar, biasanya akan membuatmu gak peka pada masalah internal. Jika istrimu bermuka masam, cari tau jangan hanya diam. Mungkin ia lelah, mungkin pula kau ada salah._

*Sekali-sekali, rengkuhlah ia dari belakang, belai rambutnya, dan bisikkan lembut di telinganya:*

_"Sayang.. Postingan tas yg waktu itu kau jempol di olshop, sekarang sudah pre order loh. Mau aku transferin?"_

😉😉Happy international coffee day. Happy family every day. Kopi boleh pahit, rumah tanggamu jangan. 😉😉

#Leni
Selengkapnya...
0

SELAMAT TAHUN BARU 2013

Awan hitam masih menyelimuti bumi
Langitpun masih tampak hitam dan sunyi
Sepertinya bintang terus bersembunyi
Di antara kabut dan hujan yang bernyanyi

Malam ini aku pasrah melepas segalanya
Melepas semua kisah kita

Aku yakin perjalanan tak hanya sepanjang cemara
Kita tetap berjalan menelusuri lorong waktu
Terus berlari dalam setiap serpihan  asa
Mengejar harapan dalam genggaman

"Selamat Tahun Baru 2013"


~ RENUNGAN JIWA ~


Selengkapnya...
6

AKU DAN IBUKU (kisah uang Rp 2000 & cincin imitasi)

Jujur dulu aku adalah anak yg durhaka.
Dulunya kami adalah sebuah keluarga yg harmonis, tapi semuanya berubah menjadi Broken Home & berantakan. Ibuku sakit, sementara Ayahku pergi meninggalkan kami. Neneku juga pindah tinggal kerumah bibiku. Ketiga kakaku pun pergi kedaerah lain utk mangadu nasip. Tinggalah aku berdua bersama ibuku.
Suatu pagi ketika hendak kesekolah aku marah2 ke Ibuku karena ibuku tak bisa memberikan aku uang buat jajan. Ibuku membungkuskan aku sebuah nasi buat bekal. Aku malah melemparkannya kemudian menghardiknya “aku ini anak SMA, butuh uang buat jajan bukan bekal nasi, malu & gengsi aku Bu kalo bawa nasi ke Sekolah!!“ Ibuku hanya diam dgn kesedihan yg amat dalam. Sementara aku tak peduli, kemudian dgn muka muak aku keluar rumah berangkat kesekolah naik motor temanku.
Disekolah sekitar jam 9pagi seorang perempuan tua berjalan tertatih menuju kelasku, perempuan itu adalah ibuku. Guru yg mengajar dikelasku langsung menghampiri ibuku didepan pintu & bertanya “cari siapa ya?
“Mau cari anaku, mau ngasih uang buat jajan, tadi ibu lupa memberinya uang jajan“ kata ibuku.. Lalu aku langsung keluar kelas & menghampiri Ibuku, ibuku memberi aku uang jajan 2000perak. Lalu ibu pulang jalan kaki & tertatih dgn tubuh sakit menempuh jarak yg sangat jauh. Aku hanya bisa menatapnya dgn perasaan yg tak menentu.
Setelah aku selidiki ternyata uang jajan yg diberikan ibuku berasal dari hasil jual beras yg tersisa.. (Itu lah pertama kali aku meneteskan air mata)

Singkat cerita aku menamatkan SMA ku. Aku berangkat ke Bandung melanjutkan pendidikan & pekerjaan. Tak mungkin aku meninggalkan Ibuku sendirian dirumah. Kemudian aku menitipkannya dirumah bibiku. Masih terlintas jelas dibenaku detik2 sebelum aku berangkat. Ibu memeluku, menangis sambil berkata terisak 'sebenernya ibu tak mau berpisah dgn mu, tapi ini semua sudah keputusanmu, pergilah.. Slmt jln anaku, ketika lebaran tlah tiba pulanglah, ibu pasti merindukanmu.. Pesan ibuku diiringi derai air mata. Kemudian aku memasukan cincin imitasi yg dibikin dari uang recehan limaratus yg berwarna kuning kejari manis ibuku. Cincin imitasi itu tlah lama aku persiapkan. Soalnya aku kasihan melihat ibuku. Sebagai seorang wanita tak satupun perhiasan yg melekat ditubuhnya. Kemudian aku berbisik `ini hanya cincin imitasi Bu.. Sepulang dari Bandung aku akan membelikan ibu cincin emas` kemudian aku melangkah pergi..

Aku pun telah tiba di Bandung. Tinggal menumpang dirumah saudaraku. 1thn kemudian lebaran pun datang tapi aku tak pulang kampung. Lebaran kedua aku juga masih dibandung..
Pada suatu ketika aku sangat merindukan ibuku & berniat pulang kampung, tapi semua saudara2ku melarangku dgn alasan tanggung, nanti aja lebaran. 1minggu kemudian semua saudara2 & sanak familiku berkumpul menunggu kehadiranku. Setelah aku hadir Om ku berkata `malam ini juga kamu berangkat ke jakarta kemudian paginya dari Bandara kamu langsung terbang kekampung`
”Apa yg terjadi?? Tanyaku heran..
Kemudian Om ku menjawab dgn tenang ”ibumu sakitnya tambah parah, dia sangat merindukanmu”
Dgn perasaan campur aduk malam itu juga aku langsung berangkat kejakarta, pagi2 dibandara aku langsung terbang kekampung halamanku..
Pesawatpun mendarat disebuah bandara di Padang. Dari Padang aku naik taksi ke kampungku Payakumbuh.
Akhirnya aku sampai juga dikampungku. Ternyata dikampungku org2 sangat ramai sekali, sebuah bendera kuning juga terpasang dipinggir jalan. Seketika kakiku gemetar saat mau keluar dari taksi. Aku langsung masuk kerumah, aku langsung pingsan begitu melihat Ibuku telah terbujur kaku dipanggil Allah SWT.
Setelah aku siuman, bibiku langsung memeluku kemudian dia berkata “Ibumu telah meninggal kemaren sore, kami sengaja belum memakamkannya karena pesan ibumu sebelum meninggal, jgn makamkan dia dulu sebelum kamu melihat jenazahnya utk terakhir kalinya“
“Dgn tetesan air mata kemudian aku berkata “lalu kenapa Om yg dibandung mengatakan kalo Ibu hanya sakit bukan meninggal?
Lalu bibiku menjawabnya “tak mungkin Om mu akan mengatakan yg sejujurnya, Om mu takut kamu makin sedih“
Tak lama berselang neneku datang memberikan sebuah cincin kepadaku “sebelum ibumu meninggal dia menitipkan cincin ini untukmu, kata dia ini dulu cincin pemberianmu, dia berpesan berikanlah cincin ini suatu saat nanti kepada wanita yg bener2 kamu sayang..“ Kata neneku dgn suara lirih..

*maaf kalo ceritanya terlalu panjang, tapi ini pengalaman hidupku, fakta bukan mengada2 & bukan kisah sinetron, semoga bisa diambil pesan moralnya*
*satu2nya yg bisa membuatku meneteskan air mata adalah ketika aku merindukan Ibuku*

" SELAMAT HARI IBU "


~Hario Zones~

Selengkapnya...
4

SAAT SEJENAK MENOREH KE BELAKANG

Ruang itu.....
senang sedih tawa tangis dan perjuangan ada disana..
rasa yang tak terukir yang tidak dapat di ungkapkan
hanya dalam rangkaian huruf yang membentuk suatu kata
yang terangkai kemudian membentuk sebuah kalimat..

Rasa itu....
hanya satu kata yang tepat menggambarkannya yaitu keluarga..
menggambarkan sebuah persatuan tanpa dinding..

Keluarga itu...
yang membuat saya masih terus dapat berdiri tegar hingga detik ini..
membuat saya masih dapat menghirup nafas, walau sesak yang terasa..
yang membuat saya sampai di titik ini dan masih terus melangkah ke depan,
walau kerikil semakin membesarkan ukurannya..
yang memberikan semangat selalu untuk duduk di sini..

Mereka itu.....
yang membuat saya mampu menjadi saya..
yang membuat saya berani..
yang membuat saya kembali bersemangat ketika kelelahan merasuk di diri..
yang membuat saya kembali tersenyum ketika kesedihan melanda hidup..
yang memarahi saya ketika saya mulai mengeluh, namun tidak pernah lelah mendengarkan keluhan saya..
yang selalu mengingatkan saya di setiap langkah yang harus saya tempuh agar saya tidak tersesat..
yang mengajari saya menghadapi kejamnya dunia agar saya mampu bertahan hidup..
yang membuat saya merasa sangat tidak mampu mengecewakannya..

Dan.....
hanya karna ketulusan mereka ada..
hanya karna Yang Kuasa mereka ada..
hanya karna ruang, rasa, serta keluarga mereka ada..
hanya ini yang mampu saya tuliskan..
hanya karna mereka lah saya masih tetap bertahan..

Terimakasih...
satu kata yang mungkin tak mampu memberi arti..
satu ungkapan yang mungkin tak dapat mewakili..
telah memberikan semua kepada saya..
telah menjadikan semua seperti ini, tak ternilai dan tak terganti seluruh jasa..
telah menjadi keluarga bagi saya..

Sayang.....
enam huruf sejuta arti..
satu kata penuh makna..
persembahan dari hati..
untukmu keluarga……
Selengkapnya...
3

SUNYI

Sunyi ini memaksaku untuk tetap terdiam
Keluh itu memaksaku untuk mendengarnya

Terpaku dalam hembusan angin yang hampa
Kemudian dalam gelapnya
Aku tetap tak bisa banyak berbuat

Mereka memaksaku untuk tetap tinggal
Terdiam dalam jalan ini
Mendengar segala hembusan

Telingaku tuli
Pikiranku kosong
Mulutku bisu
Tangan dan kakiku kaku
Kalian hanya memaksaku
Sekedar memaksaku
Tanpa ada hirauan atau sapaan

Tolak menolak tak terhirau
Masih terpaku
Terdiam
Diantara kalian

Sunyi …

Selengkapnya...
0

MIMPI YANG HILANG

Terbuai dalam irama musik yang menggema
Menyebar ke dalam sukma
Mengingatkan kembali akan sebuah masa
Masa yang dulu penuh asa

Walau kisah silam penuh dengan Ankara
Semuanya terasa indah dalam jiwa
Menjadi sebuah cahaya
Namun semuanya sirna

Tak ada harapan yang tersisa
tak ada nada yang tercipta
lukisan rindu tak lagi ada
semuanya menjadi hampa

~Haries Budjana~


Selengkapnya...
0

KADO ULANG TAHUNKU

Kenapa hari ini beda
ku lihat kalender di dinding
Tiada yang berbeda
Semua hanya deretan angka
Berwarna merah dan hitam

Dengan bergambar laut biru
Aku tetap termenung
Jauh menatap birunya laut
Itu gambar yang nyata

Pintuku terketuk
Anganku buyar entah kemana
Sebuah bibir tersenyum
Mengulurkan tangannya padaku

“SELAMAT ULANG TAHUN”

Katanya pada ku....

~ Haries Budjana ~

Selengkapnya...
1

HANYALAH MIMPI

Tak banyak harapan yang menghampiri
Dalam batas perjalanan ini
Ku terdiam hingga hayal pun meninggi
Jauh kedasar bumi

Menatap langit bersama bintang di angkasa
Membuatku melayang tampa henti
Bersama pesona malam yang membuat asa
Terus berlari dan pergi

Hingga aku sadar,ternyata ini hanyalah sebuah mimpi…..


~ Haries Budjana ~
Selengkapnya...
0

AKHIRI SAJA MALAM INI

Ku akhiri saja malam ini
Walau masih ada cinta dalam hati
Tak ada keindahan yang tergapai
Hanya mengikis rasa akhirnya mati

Takkan kutanyakan lagi dirimu
Yang telah membuatku terbelenggu
Aku akan pergi jauh
Sebelum jiwa ini bertambah perih

Dengan langkah tertatih
Ku terus berjalan sendiri
Menelusuri lorong malam yang sepi
Bersama hari-hariku yang penuh mimpi

~Haries Budjana~
Selengkapnya...
1

*♥*Karena Hidup Begitu Indah*♥*

Karena hidup begitu indah
Maka dalam setiap duka
Aku tak'kan pernah menyerah

Hidup memang penuh misteri
Maka dalam nyata
Aku akan mengerti

Karena hidup adalah anugerah
Meski dalam pasrah
Aku akan tetap berkiprah

Hidup adalah cinta
Meski aku merana
Senyuman tersungging di bibir pesona

Hidup tlah membawaku ke sebuah jalan berliku
Di ujung jalan itu
Aku sedih, aku senang
Bersama hujan sebagai teman
Dan.. Kamu..
Memberiku sebuah harapan
Tentang masa depan

Salam, gemuruh sepi langit putih

Karya:Titian Poetry Langit

Selengkapnya...
4

AKU ADALAH DIRIKU

Ketika itu hatiku....
Hitam legam berkecamuk dalam bara
kepulkan asap meninggi

hilang dan mati
melarung hidup ke tengah samudera
tumbalkan jiwa demi raga berisi cinta

Aku
lemah terinjak sabar
marah bukanlah angkara
datang..saat gerai menuai sepi
pergipun tak juga perduli..

Aku pernah mengisi relung hatimu
Dan aku pun pernah menorehkan luka di sana
karena ku paksa kan keluar dari hatimu
Karena selaput dusta mu mengikat rasa ku
Hingga ku rasa sesak
Hilang seluruh kesadaran ku

resahmu balut angkuh rindu
hanya bertafakur berharap sepi tak datang
tapi sayang cinta telah terbuang...

aku adalah diriku....
Yang teguh pada keputusan ku...

aku masih bougenvile mu yg dulu
Dan tak pernah meminta untuk menjadi edelweis di hati mu..

aku masih merindukan mu....

Karya: Hani Ardanariswari
Selengkapnya...
0

panggil nama ku 1 kali saja....

ku buka kembali lembaran aksara
tentang mu dan segala mu
kelopak mata ku memanas
hingga menetes butir-butir embun
tanpa ku kuasa membendung nya
kisah kita begitu indah
hati mu yang bersih dan tulus
ku abaikan begitu saja
untuk mendapatkan cinta seorang
yg ku tau akhir nya penuh dusta dan nista
kasih....ku tau kita tak mungkin bersatu
namun ku berharap kau mau menyapa ku
walau sekedar memanggil nama ku..

hani.....?
(selalu kau bubuhi tanda '?' di setiap pesan YM mu)

Karya: Hani Ardanariswari
Selengkapnya...
4

SANG PETUALANGAN SEJATI

Di sebuah persinggahan Ku duduk sejenak
Hanya untuk meredam lelah yang membuat ototku kaku
Entah angin apa yang mengalihkan ke dua bola mata ini
Ke arah yang tidak jauh dariku

Seorang bocah berpakaian kusut
Menelusuri lorong waktu hanya demi sesuap nasi
Menggantungkan sebungkus harapan di sudut kota

Uluran tangan para dermawan adalah impian sederhananya
Walau harus berteman dengan debu jalanan
Tapi,dia hanya salah satu dari jutaan bocah kecil
Yang tak dapat menikmati waktu

Ia hanya bias tersenyum menatap dinding langit yang mulai menghitam
Namun dia akan berhenti sejenak untuk melepas lelah di pintu malam


~ Haries Budjana ~
Selengkapnya...
0

KEPENATAN YANG MEMUDAR

Sore ini kurasakan
Begitu sarat bebanku
Dan kepenatan yang
Membelenggu jiwa ku

Ku tak tau apa yang harus aku lakukan
Ku coba menatap sinar senja
Ku lihat dengan jelas senyum indahmu itu
Namun hanya sebuah hayalan

BAYANGANMU memudarkan kepenatan
Yang membelenggu jiwa ini
BAYANGANMU mengurangi beban
Yang telah penuhi rasaku

Karya:
Haries Budjana

Selengkapnya...
0

VALENTINE PART II

Pagi Ini…
Langit Ujung Timur Berawan
Ada Syahdu yang mencoba menhampiri
Antara kenangan dan hari esok
Aku masih terbuai dalam morgan mimpi

Teratai senjaku….
Malaikat kecilku….
Sweetingkuu…
Dewi malangkuu…
Empat belas februari memhampiri lagi
Apa gerangan dikau hari ini?
Masihkah kau sebut namaku
Meski hanya sekali….

Februari penuh cinta…
Februari penuh kasih
Tapi kutemui hari ini…

Karya: Pangeransenja Tampasayapsayappatahnya
Selengkapnya...
0

Julie Andrews’s Note (Episode 8)

Julie tersadar dari lamunannya ketika ponselnya berbunyi.

“Halo, Bill. Ada apa?”

“Kau di mana, Jules?”

“Aku ada di Longshore Café, tak jauh dari kantor. Ada apa?”

“Kau tunggu saja. Aku akan menemuimu di sana,” jawab William yang langsung mematikan sambungan telepon.

Julie terheran – heran. Kejutan apa lagi yang sedang menantinya hari ini? Seperti belum cukup pertemuan dengan Tiffany membuatnya sakit kepala.

Sekitar sepuluh menit kemudian William tiba di kafe dan langsung menuju meja tempat Julie duduk.

“Kau mungkin tidak akan percaya apa yang baru saja aku dapat,” ujar William.

“Oh, Tuhan. Kejutan apa lagi ini?” Julie menangkupkan kedua tangan untuk menutupi wajahnya.

“Ada apa, Julie?”

“Tidak. Kau duluan saja. Apa yang kau dapat?”

William mengambil ponsel dari saku jasnya. Ia menekan tombol ponsel beberapa kali, lalu menyerahkan ponsel itu kepada Julie. Rupanya William hendak menunjukkan sebuah rekaman video kepada Julie.

Untuk beberapa saat, Julie tidak mengerti. Apa maksud William memperlihatkan rekaman itu kepadanya. Rekaman itu hanya menayangkan suasana sebuah klub malam. Hiruk pikuk musiknya membuat telinga Julie sakit.

Namun secara tiba – tiba air muka Julie berubah. Tak lagi menampakkan wajah bingung, tapi raut wajahnya menunjukkan rasa tidak percaya. Dan dari bibirnya hanya terucap satu kata.

“Steve?”

William sepertinya sudah menebak reaksi Julie. Perlahan ia mengambil ponselnya dari tangan Julie.

“Dari mana kau dapatkan rekaman itu?” tanya Julie.

“Kau tahu wanita tua yang menjaga kantin di kantor kita?”

“Brooke Smith,” jawab Julie lemah.

“Yap. Aku mendapatkan rekaman itu dari Nyonya Smith. Anaknya yang merekamnya. Kebetulan anaknya sedang berada di klub tadi malam untuk menghadiri sebuah pesta ulang tahun.”

“Tadi malam?!” tanya Julie.

“Ya. Tadi malam.”

“Berarti benar dugaanku.”

“Dengarkan aku, Jules. Aku bukannya ingin menambah runyam hubunganmu dengan Steve. Pun bukan maksudku agar kalian berpisah. Tapi ini fakta, Jules. Pria itu sudah tidak mencintaimu lagi.”

“Entahlah, Bill. Aku sedang tidak bisa berpikir sekarang. Belum ada setengah jam yang lalu, Tiffany meninggalkan kafe ini dengan sebuah teka – teki yang ia berikan kepadaku.”

“Tiffany? Kau bertemu dengan Tiffany? Apa yang kalian bicarakan?”

“Yah, seperti biasa. Sebuah pembelaan. Bahwa ia tidak terlibat apa – apa dalam kasus penembakan ini. Tapi di akhir pertemuan ia malah mengatakan sesuatu yang membuatku tambah pusing. Ia bilang, jika ia katakan siapa pelaku penembakan ayahnya, aku mungkin tidak akan percaya.”

“Dia… apa?”

“Aku tidak akan mengulang perkataanku, Bill. Kau terjemahkan sendiri. Aku akan pergi sebentar.”

Julie meninggalkan mobilnya di depan Longshore Café. Dan ia sendiri memilih berjalan kaki. Ia belum punya tujuan pagi itu. Ia hanya membiarkan kaki jenjangnya melangkah menembus keriuhan kota san Francisco. Tanpa ia sadari, lagi – lagi William membututi langkahnya.

Langkah Julie terhenti di depan gerbang taman kota. Sejenak ia tampak ragu, apakah akan meneruskan langkahnya memasuki taman itu. Dan akhirnya, ia memang melanjutkan perjalanan ke dalam taman kota.

Di tepi sebuah danau kecil, Julie berdiri dan memandang jauh ke depan. Ia menarik napas panjang berkali – kali, seolah hendak membuang jauh beban yang kini bertengger di pundaknya. Lalu ia melepas sepatu high heel hitam yang sedari tadi pakai. Ia bertelanjang kaki menuju tepian danau dan duduk di sana.

“Seharusnya kau kemari dengan mengajak seseorang, Jules.”

Julie terkejut. Ternyata William sudah berada di sampingnya lagi.

“Bill. Tidak bisakah kau berhenti membututiku? Oh, God!!! Aku bisa gila karena ulahmu!!!”

“Tenanglah, Jules. Aku tidak akan mengganggumu. Anggaplah aku tidak berada di sini.”

“Yeah…. It sounds weird.”

“Hahahaha…. Aku tahu kau akan mengatakan kalimat itu. Kalimat yang sudah lima belas tahun tak pernah mampir ke gendang telingaku.”

“Bill….”

“Ya….”

“Aku minta maaf. Aku telah meninggalkanmu malam itu. Aku tidak punya pilihan lain saat itu. Kau yang membuatku harus meninggalkanmu.”

“Sudahlah, Jules. Itu salahku juga. Aku tidak pernah bisa menghargai apa yang sudah kau berikan padaku. Seharusnya aku yang minta maaf kali ini.”

“Baiklah. Anggaplah kita sudah impas sekarang. Kita tidak perlu mengungkit masa lalu.”

“Ya, aku setuju. Dan… bagaimana dengan Steve?”

“Jujur saja, Bill. Aku masih tidak percaya dengan apa yang tadi aku lihat. Aku masih menyangkal bahwa Steve sebenarnya ingin menjauh dariku. Dan aku masih menganggap Steve masih mencintaiku saat ini. Entahlah, Bill. Bahkan aku pun menganggap semua itu tidak masuk akal. Aku seperti bermimpi ketika melihatnya bersama Kate Nolan.”

“It wasn’t dream, Jules.”

“Apa maksudmu?”

“Ya, aku pun melihatnya. Jadi kau tidak sedang bermimpi. Aku juga pernah melihat Steve bersama Kate Nolan.”

“Oh, God….”

Julie menunduk dan air mata mulai membasahi pipinya.

“Jules….”

“Tinggalkan aku sendiri, Bill. Aku sedang tidak ingin bicara dengan siapapun. Kau katakan saja pada Steve di kantor, bahwa aku ada urusan lain. Siang nanti, aku akan menghubungimu lagi.”

“Jules…. Benar kau tidak apa – apa?”

“Iya, aku baik – baik saja. Sekarang tolong biarkan aku sendiri, Bill.”

***

Pagi yang cerah di awal bulan Juli. Musim panas sudah mulai sejak beberapa hari yang lalu. Taman kota dipenuhi orang – orang yang bersantai menikmati suasana musim panas. Di antara kerumunan manusia penduduk San Francisco, ada dua orang yang sedang duduk di bangku taman sambil bercakap – cakap. Satu orang pria dan satu lagi wanita.

Keduanya nampak seperti kebanyakan orang, pakaian mereka tidak terlalu mencolok, bahkan si wanitanya sama sekali tidak memakai riasan. Namun siapa sangka, ternyata keduanya sedang berbincang tentang satu hal yang teramat penting. Dan itu menyangkut nasib satu orang lainnya.

“Aku salut dengan hasil kerjamu,” ujar si wanita.

“Ah, aku hanya membantumu. Selebihnya, kaulah yang bertindak,” sahut si pria.

“Yeah. Tapi tanpamu, aku tidak bisa menjangkau pria tua bangka itu,” sahut si wanita lagi.

“Rencana kita memang berjalan sesuai harapan. Aku benar – benar tidak menyangka gadis itu begitu bodoh bisa terperangkap jebakan kita.”

“Aku tidak heran akan hal itu. Aku sudah pernah terlibat sebuah pekerjaan dengannya. Dan dengan beberapa kali bertemu, aku sudah bisa menebak kalau dia memang gadis yang bodoh.”

“Kadang aku merasa kasihan dengan gadis itu.”

“Coba saja pertahankan rasa kasihanmu padanya, maka aku jamin kau tidak akan pernah menikmati hasilnya.”

“Oke… oke…. Lantas apa rencanamu selanjutnya?”

“Selepas ini, aku akan bertindak sendiri. Tugasmu sudah cukup sampai di sini. Aku akan menghubungimu lagi jika aku membutuhkanmu. Sekarang pergilah, sebelum orang lain mulai curiga dengan keberadaan kita.”

“Baiklah, aku pergi. Kau, jaga dirimu baik – baik.”

Karya: Sekar Mayang
Selengkapnya...
0

BERKEIMANAN HATILAH YANG KOKOH

Wahai saudara - saudariku
Berpegang tegulah engkau pada keimananmu
Jangan sampai pelupi kehitaman aral
Hadir membutakan nalar keputihanmu

Berkeimanan hati nan kokoh
Kepada kalam sang Illahi
Karna sesungguhnya yang di dalamnya itu
Semua tercipta sebagai petunjuk jiwa hidup ini

Wahai engkau saudara - saudariku
Senantisa lah engkau menempatkan diri
Di jalan lurus kebenaran_NYA
Dan jauhi segala larangan_NYA

Ingat lah engkau saudara - saudariku
Tiada nan kekal di dunia ini
Jangan sampai dikau tersesat di jalanNYA

Bangun lah istana keimanan hati nan kokoh
Tuk menampung bekal ke akhirat nanti
Dan usah kau berkejar-kejaran
Tuk merengkuh bebagian sesaat
Terlena oleh prihasan dunia ini.

Karya: Tangkai Tak Berdaun
Selengkapnya...
1

TERJAGA MIMPI

~Mendung itu kian mengutuku.,
seakan Menjadikan pijak tilas para Pendosa Masa...

~Di sela ranting kering putaran jaman
Angin itu Membenciku,,

~Riak meludah gemericik menghapus gambaran Takdir ku..

~Kelopak kembang seroja kenangan,,
masih Layu di tepi pujian

~Selembar badan terlukis Hina, mengafani diri terbungkus Sunyi.

~Semestinya aku tiada beranjak dari Mimpi,
membaca bahasa Langit, mengeja coretan Bumi.

~Hanya rintik tiada Makna
Sekedar bahasa Basi tanpa Arti
~Lelah ku kian berguman pada Butiran Hari usai keringat kuyukan Badan..

~Dan di antara Mereka yg hendak mengalungkan Pias tembaga warna Senja..
hendak Mengusung sesal kala Terik masih bernyanyi,,

*di Aksara Mimpi..

Karya: Sàñg Hyàñg Wiñàrà

Selengkapnya...
 
RENUNGAN JIWA © Copyright 2013 | Design By Haries Budjana |