PERASAAN HATI SANG PELACUR

Di punggung malam
Aku melihat seorang gadis
Belum cukup enam belas tahun
Duduk menyendiri...

Ia dengan berurai air mata meremas-remas hatinya
Yang baru didapat dari dalam tubuhnya
Yang kelihatan letih
Seakan habis memanggul beban teramat berat.

Dan dari kejauhan
Lama-lama kulihat dia,
Gadis itu menitipkan perasan
Hatinya pada angin.

Saat ku tanya angin,
Apa gerangan yang dititipkan gadis itu?
Tiba-tiba angin berpusar
Dengan kencang sambil berteriak:

“ Aku tak kuasa menyimpan butiran airmata gadis itu
yang menetes dari tubuh cinta yang katanya telah ia bunuh ...“

Comentários:

Poskan Komentar

 
RENUNGAN JIWA © Copyright 2013 | Design By Haries Budjana |